Budidaya Udang Vaname Outlook 2020

Published on 9 Jan. 2020, 4.53

Tahun 2019, pasar udang beku dunia mengalami gejolak. Awal tahun 2020, media dibanjiri berita-berita yang kurang baik. Amerika Serikat mengebom Iran, Banjir Jabodetabek, berita-berita negatif lainnya. Apakah Indonesia, sebagai salah satu penghasil udang terbesar dunia terkena imbasnya? Pertanyaan besarnya, bagaimana dengan outlook Budidaya Udang Vaname di tahun 2020 ini? Apakah masih berpotensi? Apakah masih menjadi investasi yang bagus?

Indonesia tercatat menjadi eksportir udang beku terbesar nomor empat setelah India, Vietnam, dan Ekuador. Menurut worldstopexports.com, nilai ekspor Indonesia mencapai 1,3 miliar dollar AS dari total pasar ekspor udang beku di Tahun 2018 sebesar 17,2 miliar dollar AS yang artinya hanya sekitar 7,5 persen. Udang beku ini didominasi oleh hasil budidaya udang vaname para pelaku usaha di Indonesia.

Menelisik lebih kedalam, nilai ekspor udang beku dari Indonesia ke Amerika Serikat dan Jepang menurun pada kuartal dua tahun 2019. Menurut BPS penurunan nilai mencapai 8,6 persen. Hal ini diduga karena nilai jual udang beku di pasar domestik Amerika Serikat turun sehingga volume impor pun berkurang yang berimbas pada ekspor Indonesia yang makin sedikit. Mirip halnya dengan Jepang, nilai ekspor berkurang karena penurunan harga jual udang di Jepang, hanya saja volume ekspor masih tercatat mengalami peningkatan. peluang pasar internasional

Menurut BPS, Indonesia memiliki lahan budidaya perikanan produktif sebesar 700.000 hektar sementara potensi pengembangan bisa sampai 3 juta hektar lahan budidaya. Dari sini perlu adanya sinergi antara pelaku usaha, regulator, akademisi, startup, dan semua pemangku kepentingan. Terkait industri perikanan budidaya untuk terus bisa melakukan inovasi agar industri ini terus bisa berkembang dan berkelanjutan. Seperti yang dikutip dari Slamet Soebjakto Dirjen Perikanan Budidaya KKP dalam kesempatannya di kegiatan Digifish 2019. Beliau menyatakan bahwa sudah waktunya industri perikanan budidaya masuk ke era 4.0 dan juga mendukung anak-anak muda dalam membangun akuakultur.

Menteri Kelautan dan Perikanan baru Edhy Prabowo, dalam kesempatannya membuka kegiatan Digifish 2019. Beliau menekankan bahwa, KKP siap membangun industri perikanan baik budidaya maupun tangkap secara berkelanjutan. Poin penting lain yakni Edhy Prabowo tegas mengenai regulasi agar tidak menyulitkan dan memeras pelaku usaha perikanan.

Kedepan harapannya, regulasi yang selama ini menjadi momok pelaku usaha perikanan khususnya budidaya udang vaname yang terlihat sudah mulai menjadi prioritas akan dipermudah. Perkembangan teknologi dan inovasi dari startup dan akademisi pun makin baik. Hal ini akan membantu industri perikanan khususnya budidaya udang agar tetap menguntungkan dan terus berkelanjutan.

minaceria.id